Selasa, 29 April 2008

Niat Baik Tidak Dapat Melepaskan yang Haram

ISLAM memberikan penghargaan (respect) terhadap setiap hal yang dapat mendorong untuk berbuat baik, tujuan yang mulia dan niat yang bagus, baik dalam perundang- undangannya maupun dalam seluruh pengarahannya.
Niat yang baik itu dapat menggunakan seluruh yang mubah dan adat untuk berbakti dan taqorrub kepada Allah. Oleh karena itu siapa yang makan dengan niat untuk menjaga kelangsungan hidupnya dan memperkuat tubuh supaya dapat melaksanakan kewajibannya untuk berkhidmat kepada Allah dan umatNya.


TIDAK ADA PEMBUJANGAN DALAM ISLAM

Islam berpendirian tidak ada pelepasan kendali ghazirah sexual untuk di lepaskan tanpa batas dan tanpa ikatan. untuk itulah maka di haramkannya zina dan seluruh yang membawa kepada perbuatan zina. tetapi di balik itu islam juga menentang setiapo perasaan yang bertentangan dengan ghazirah ini. untuk itu maka dianjurkannya supaya nikah dan melarang hidup membujang.
Seorang muslim tidak halal menentang perkawinan dengan anggapan, bahwa hidup membujang itu demi berbakti kepada Allah, padahal dia mampu menikah atau dengan alasan supaya dapat seratus persen mencurahkan hidupnya untuk beribadah dan memutuskan hubungan duniawinya. Nabi mempehatikan, bahwa sebagian sahabatnya ada yang kena pengaruh kependitaan ini (tidak mau nikah). untuk itu maka beliau menerangkan, bahwa sikap semacam itu adalah menentang ajarn islam dan menyimpang dari sunnah Nabi.